skip to main
|
skip to sidebar
Beranda
berita bisnis populer
Home
»
Unlabelled
»
Mendag: kaji mata uang renminbi dalam bisnis
Mendag: kaji mata uang renminbi dalam bisnis
Jumat, 20 November 2015
Menteri Perdagangan Thomas Lembong mengungkapkan bahwa IMF akan mengumumkan mata uang Tiongkok, renminbi, sebagai mata uang kelima di dunia setelah dolar AS, euro, pounsterling dan yen, sehingga perlu dikaji. "Dengan adanya ...
Read More :
Mendag: kaji mata uang renminbi dalam bisnis
.
0 komentar:
Posting Komentar
« Posting Lebih Baru
Posting Lama »
Beranda
Popular Posts
Pasar Saham Utama Eropa Bervariasi
INILAHCOM, London, - Pasar saham utama Eropa dibuka bervariasi, Selasa (20/10/2015). Tampak dengan indeks acuan FTSE 100 di London naik 0,1...
Karet Diusulkan Jadi Bahan Material di Proyek Jalan Tol Hingga MRT
Karet alam produksi domestik akan dipakai sebagai salah satu bahan material proyek infrastruktur. Contohnya, Karet dicampur dalam aspal untu...
Ini Promo Murah Akhir Pekan di Carrefour
Masih menyiapkan dekorasi Natal? Atau menyiapkan pesta menyambut tahun baru? Jangan lewatkan berbagai promo di akhir pekan dari Transmart Ca...
Bergerak Tidak Wajar, BEI Pantau Saham DAJK
Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang mengawasi pergerakan saham PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo Tbk (DAJK). Read More : Bergerak Tidak Wajar, BEI P...
Fluktuatif, Rupiah Belum Lawan Dolar
Laju rupiah terhadap dolar AS (USD) tampaknya masih berada dalam pola bearish pattern . Hal itu terlihat, karena belum adanya perlawanan dar...
Alasan Perlunya Penguatan Struktur Ekonomi
Harus ada pembenahan sektor rill dan keuangan. Read More : Alasan Perlunya Penguatan Struktur Ekonomi .
Kantor Ditembak, Karyawan ESDM Bekerja Normal
Widhyawan Prawriaatmadja masih enggan berkomentar banyak soal kasus penembakan ruang kerja di Kementerian ESDM. Read More : Kant...
Aturan Cegah Devisa Tak 'Parkir' di Luar Negeri Segera Terbit
Pemerintah tengah menyiapkan kebijakan untuk mendorong devisa hasil ekspor (DHE) dari kalangan dunia usaha agar masuk ke perbankan dalam neg...
Power Working Group, Berbagi Informasi Ketenagalistrikan
Penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) power working group antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) dilakukan u...
Pakar: UMKM terkena ekses liberalisasi MEA
Liberalisasi ekonomi sesuai dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) menimbulkan ekses kesenjangan sosial ekonomi. Dr. TB Massa Djafar da...
Diberdayakan oleh
Blogger
.
0 komentar:
Posting Komentar